Perkembangan
zaman di era Globalisasi saat ini
membuat para kaula muda khususnya di kalangan Fakultas Kedokteran Universitas
Airlangga terpacu untuk mengasah softskill mereka di bidang kewirausahaan. Para
calon tenaga medis Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga bukan saja berpaku
pada buku dan alat-alat medis saja namun fenomena-fenomena yang sering kali terlihat
saat ini adalah transaksi jual beli di kalangan mahasiswa.
Banyak
hal yang mendukung perubahan pola pikir mahasiswa Fakultas Kedokteran
Universitas Airlangga dan tim redaksi berusaha untuk mengungkapnya. “Banyak
hal baru yang bisa aku dapatkan dari bisnis ini, salah satu contohnya aku lebih
mudah untuk berkomunikasi buat ngeyakinin orang lain supaya mau beli
barang-barang yang aku jual.” kata Fatimah Nuril Alifah salah satu
mahasiswa baru Pendidikan Bidan 2012. Fatimah atau yang biasa dipanggil Ifa
mengaku bahwa dia berjualan untuk membantu penggalangan dana kegiatan XPLODE
yang diadakan AMSA salah satu ormawa eksternal di FKUA. Ifa biasanya menjual jajanan
kecil dan minuman setelah pelajaran selesai.
Senada
dengan Ifa, Daniel Sura, mahasiswa Pendidikan Dokter 2012, juga berbisnis untuk
mencari pengalaman baru. Walaupun masih mahasiswa baru, omzet yang didapat
Daniel sudah cukup tinggi. Dari berjualan makanan kecil seperti risol mayo,
martabak, dan pie buah, Daniel bisa memperoleh omzet lebih dari Rp 250.000,00
per hari. Daniel mengaku tidak memiliki strategi khusus untuk berjualan, “Yang
penting jangan malu-malu.” kata Daniel.
Fenomena
ini menggelitik tim redaksi untuk menelusuri lebih lanjut keseriusan mahasiswa
khususnya mahasiswa baru FKUA 2012 dalam mendalami bidang wirausaha. Fenomena
ini sudah berlangsung sekitar kurang lebih satu bulan dan semakin hari semakin
banyak saja mahasiswa yang menawarkan dagangan mereka ke teman-teman mereka
yang sekelas ataupun ke senior mereka bahkan tidak jarang tim menemui di satu
kelas terdapat tiga sampai lima mahasiswa yang bersaing secara sehat untuk
menawarkan dagangannya.
Selain
mahasiswa yang baru saja belajar untuk berwirausaha, ternyata setelah
diselidiki lebih lanjut ada diantara mahasiswa yang sudah lama terjun ke dunia
wirausaha, salah satu contohnya adalah Ahmad Ridhoi. Ridho mengaku sudah
tertarik dan memulai bisnisnya sejak dia duduk di bangku SMP. Berbeda dari dua
narasumber di atas, Ridho menjual jersey dan sepatu olahraga. “Bisnis
itu gak ganggu pelajaran kok, asal kita pinter memanage waktu aja misalnya pas
nganggur kita pake’ buat bisnis jadi nganggurnya kita itu nganggur yang
menguntungkan.” ujar Ridho.
Kewirausahaan
adalah salah satu cara untuk mengembangkan dan mengasah softskill mahasiswa agar
mahasiswa bukan hanya menjadi pelaku konsumtif saja tetapi mahasiswa juga mampu
untuk produktif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar