Kamis, 11 Oktober 2012

KAIN PERCA SEJUTA KENANGAN



Feby Oni Maya A.C.P adalah seorang gadis kelahiran Kediri, 23 Februari 1994 yang kini kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga untuk program studi S1 Kebidanan. Dia berasal dari keluarga mampu dengan satu adik laki-lakinya duduk di kelas 2 SMP. Walaupun sebagai seorang mahasiswa baru, Maya - panggilan akrabnya - telah memiliki bisnis kecil-kecilan yaitu dengan berjualan bros dan aksesoris lainnya. Sebagian besar hasil karya Maya yang dipasarkan berbahan dasar dari barang-berang bekas, terutama dari kain perca sisa hasil jahitan.          Maya adalah seorang gadis yang terlihat tomboy namun ia memiliki kemampuan menjahit yang baik; hal ini terbukti dari hasil karyanya yang bagus. Kemampuan menjahit Maya ia dapatkan dari pamannya yang merupakan seorang tukang jahit. Pada awalnya Maya sangat senang menjahit baju-baju mini untuk boneka Barbie, meskipun sebenarnya ia sendiri tidak terlalu menyukai mainan anak gadis tersebut.
                Pada suatu hari ketika Maya berkunjung ke rumah pamannya, ia mengutak-atik kain tersebut hingga akhirnya ia tertarik untuk membuat sesuatu benda jadi yang dapat digunakan, yaitu bros dan ikat rambut. Ketika memakai hasil karyanya ke sekolah, banyak teman-temannya yang merasa tertarik dengan bros buatan Maya, hingga akhirnya ia memutusakan untuk menjual hasil karyanya ini ke teman-teman sekolahnya di SMA.
                Tidak semua orang di sekeliling Maya yang mendukung usahanya ini. Pada awal usahanya, ibu Maya tidak mengijinkan anaknya berjualan bros dan ikat rambut karena ditakutkan hal tersebut dapat mengganggu proses belajar, sehingga secara diam-diam Maya membuat dan menjual barang butannya tanpa sepengetahuan ibunya. Selain itu banyak dari teman Maya  yang mengejek bahkan menghina Maya. Saat teman-teman sekolah Maya mengetahui bahwa bahan dasar dari bros dan ikat rambut buatan Maya berbahan dasar dari kain perca, mereka langsung menbuang barang-barang jualannya, bahkan ada beberapa yang menginjaknya karena mereka menganggap barang-barang itu berasal dari sampah, padahal kain perca yang digunakan sebagai bahan dasar tersebut adalah kain bersih yang ia dapatkan dari pamannya. Akibat gosip buruk itu,  di antara teman Maya tidak ada lagi yang mau membeli lagi barang buatan Maya. Selain itu ada seseorang yang telah memesan ikat rambut dalam jumlah besar yang membatalkan pesanannya akibat gosip tersebut.
                Syukurlah berkat kegigihan dan ketekunannya, Maya dapat membuktikan kepada teman-temannya dan pelanggan lainnya bahwa bahan dasar miliknya adalah barang bekas yang masih bersih. Selain itu Maya juga dapat membuktikan kepada ibunya bahwa usahanya tidak mengganggu belajarnya, bahkan ketika SMA Maya dapat membayar uang iuran bulanan sekolahnya tanpa bantuan dari orang tuanya.
                Kini Maya tengah menikmati kerja kerasnya, karena usaha yang dipasarkan melalui akun facebooknya yaitu feby oni maya acp banyak dinikmati orang karena harganya yang terjangkau dan barang buatannya yang dibuat dengan edisi terbatas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar