Feby
Oni Maya A.C.P adalah seorang gadis kelahiran Kediri, 23 Februari 1994 yang
kini kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga untuk program studi S1
Kebidanan. Dia berasal dari keluarga mampu dengan satu adik laki-lakinya duduk
di kelas 2 SMP. Walaupun sebagai seorang mahasiswa baru, Maya - panggilan
akrabnya - telah memiliki bisnis kecil-kecilan yaitu dengan berjualan bros dan
aksesoris lainnya. Sebagian besar hasil karya Maya yang dipasarkan berbahan
dasar dari barang-berang bekas, terutama dari kain perca sisa hasil jahitan. Maya adalah seorang gadis yang terlihat
tomboy namun ia memiliki kemampuan menjahit yang baik; hal ini terbukti
dari hasil karyanya yang bagus. Kemampuan menjahit Maya ia dapatkan dari
pamannya yang merupakan seorang tukang jahit. Pada awalnya Maya sangat senang
menjahit baju-baju mini untuk boneka Barbie, meskipun sebenarnya ia
sendiri tidak terlalu menyukai mainan anak gadis tersebut.
Pada suatu hari ketika Maya
berkunjung ke rumah pamannya, ia mengutak-atik kain tersebut hingga akhirnya ia
tertarik untuk membuat sesuatu benda jadi yang dapat digunakan, yaitu bros dan
ikat rambut. Ketika memakai hasil karyanya ke sekolah, banyak teman-temannya
yang merasa tertarik dengan bros buatan Maya, hingga akhirnya ia memutusakan
untuk menjual hasil karyanya ini ke teman-teman sekolahnya di SMA.
Tidak semua orang di sekeliling
Maya yang mendukung usahanya ini. Pada awal usahanya, ibu Maya tidak
mengijinkan anaknya berjualan bros dan ikat rambut karena ditakutkan hal
tersebut dapat mengganggu proses belajar, sehingga secara diam-diam Maya
membuat dan menjual barang butannya tanpa sepengetahuan ibunya. Selain itu
banyak dari teman Maya yang mengejek
bahkan menghina Maya. Saat teman-teman sekolah Maya mengetahui bahwa bahan
dasar dari bros dan ikat rambut buatan Maya berbahan dasar dari kain perca,
mereka langsung menbuang barang-barang jualannya, bahkan ada beberapa yang
menginjaknya karena mereka menganggap barang-barang itu berasal dari sampah,
padahal kain perca yang digunakan sebagai bahan dasar tersebut adalah kain
bersih yang ia dapatkan dari pamannya. Akibat gosip buruk itu, di antara teman Maya tidak ada lagi yang mau
membeli lagi barang buatan Maya. Selain itu ada seseorang yang telah memesan
ikat rambut dalam jumlah besar yang membatalkan pesanannya akibat gosip
tersebut.
Syukurlah berkat kegigihan dan ketekunannya,
Maya dapat membuktikan kepada teman-temannya dan pelanggan lainnya bahwa bahan
dasar miliknya adalah barang bekas yang masih bersih. Selain itu Maya juga
dapat membuktikan kepada ibunya bahwa usahanya tidak mengganggu belajarnya,
bahkan ketika SMA Maya dapat membayar uang iuran bulanan sekolahnya tanpa
bantuan dari orang tuanya.
Kini Maya tengah menikmati kerja
kerasnya, karena usaha yang dipasarkan melalui akun facebooknya yaitu feby
oni maya acp banyak dinikmati orang karena harganya yang terjangkau dan
barang buatannya yang dibuat dengan edisi terbatas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar