Minggu, 14 Oktober 2012

LIFE MAPPING TRAINING




Apakah hidupmu terasa galau?
g ada tujuan kedepan yang jelas??

BEM UNAIR memberi solusi
"LIFE MAPPING TRAINING" yang bekerjasama dengan lembaga MHMMD(Mengelola Hidup dan Merencanakan Masa Depan)


yang akan dilaksanakan tanggal 20 Oktober 2012
pukul 08.00 s/d 16.00
di aula kahuripan
atau jika tidak bisa bisa pilih tanggal lain di
21 Oktober 2012
10, 11, 17 atau 18 November 2012

INGAT!!! hidup cuma 1 kali, so susun skenario hidupmu seHEBAT mungkin sekarang juga!!

htm hanya 50ribu low, kalau diluar UNAIR seharga 300rbu

berminat?? hubungi
kampus A = intan :085695520893
kampus B = astrid :085748828298
kampus C = alifvia :085732086744

BURUAN DAFTAR!! KUOTA TERBATAS!!

SCOLAH - UNAIR MENGAJAR

SCOLAH - Unair Mengajar proudly present "Grand Launching SCOLAH - Unair Mengajar" dengan tiga sub-acara :
- Seminar " Inspirasi Airlangga untuk Indonesia" dengan pembicara bapak Anies Baswedan (Ketua Yayasan Indonesia Mengajar), bapak Eka Ananda (Kasie Diknas & Kesetaraan Bidang PNFI & Nilai Budaya DISPENDIK JATIM), mbak Belqis (Pengajar Muda Angkatan II)
- Pameran
- Performence dari adik-adik bi

naan SCOLAH - Unair Mengajar

Rabu, 17 Oktober 2012
Aula Kahuripan Kampus C Universitas Airlangga
Pkl. 08.00-selesai.
For further Information please contact us at our CP representative.
Thank you :)

Kamis, 11 Oktober 2012

PREPARAT







Indahnya gedung kampus ini





Lorong tua FK UA



 Bunga-bunga di taman biokimia




Satria Airlangga, mengabdi untuk negeri!





Logo UA yang dikenal dengan pusar Prabu Airlangga




NIAS- cikal bakal Universitas Airlangga




Patung Airlangga yang sering disebut parung





Merah putih teruslah kau berkibar!

ENTREPREFUNF



            Dewasa ini banyak sekali orang –orang yang memulai membangun bisnis pada usia yang muda. Ada beberapa faktor yang memicu para entrepreneur muda ini untuk membangun bisnis, contohnya berawal dari ide yang ingin direalisasikan, atau sekedar mengem-bangkan hobi. Hal ini tidak terlewatkan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran yang terkenl super sibuk karena materi kuliahnya.
Banyak mahasiswa Fakultas Kedokteran yang juga mengembangkan hobinya melalui berbisnis, diawali dengan coba-coba mereka akhirnya ketagihan dengan dunia bisnis, terlebih banyak dari mereka yang tertantang untuk mengembangkan bisnisnya.
Tetapi pada dasarnya berbisnis juga didasari oleh kemauan yang tinggi, karena menggeluti dunia bisnis tidak bisa dilakukan dengan setengah hati atau hanya coba-coba. Menjadi mahasiswa kedokteran yang sibuk bukanlah jadi alasan atau bahkan penghalang untuk bergelut di dunia bisnis, seperti menurut Kafin Rifqi mahasiswa Fakultas Kedokteran yang juga telah memulai bisnis di usia muda. Apabila seorang mahasiswa kedokteran dapat meyeimbangkan antara keinginannya berbisnis dan kewajibannya sebagai mahasiwa adalah nilai plus tersendiri, tambahnya. Intinya menurut Kafin berbisnis itu relative
Sama seperti Rosalia Adriani Malika yang merupakan mahasiswa kedokteran, ia juga beranggapan sama seperti Kafin. Ocha, begitu sapaannya, berpendapat bahwa jika mahasiswa tersebut memiliki bisnis yang sesuai hobinya, maka berbisnis dapat dijadikan sebagai sarana refreshing.Jika seseorang melakukan bisnis yang sesuai dengan hobinya, maka ia akan melakukan bisnis tersebut dengan senang hati meskipun sibuk. Sibuk tidak akan menjadikan bisnis tersebut untuk menjadi beban bagi mahasiswa tersebut. Apalagi berbisnis merupakan hal positif yang tidak ada salahnya untuk dilakukan.
Umaimah Rosyida yang juga mahasiswa kedokteran berpendapat bahwa mahasiswa zaman sekarang telah memiliki mindset yang berbeda. Mindset mahasiswa kedokteran zaman sekarang telah berkembang dan cukup inovatif, jika mahasiswa tersebut cukup kreatif dan inovatif maka ide untuk berbisnis akan muncul bagaimanapun keadaannya. Jika dia sungguh-sungguh menggeluti bidang tersebut, maka dia akan bisa menjadi dokter sekaligus pengusaha yang sukses. Yang terpenting adalah untuk pintar-pintar membagi waktu antara kegiatan akademis dengan kegiatan non akademis agar tetap terjaga seimbang satu sama lain.
Bisnis juga sering muncul karena terdesak oleh beberapa faktor. Seperti contohnya keadaan ekonomi  atau bisa juga menimbulkan sifat kemandirian kita untuk bertanggung jawab atas diri kita sendiri. Siapa sih yang tidak ingin memiliki penghasilan sendiri?Pasti banyak dari para remaja menginginkan hal ini. Tidak ingin membebani kedua orang tua karena kebutuhan para remaja yang semakin banyak, merupakan alas an utama mengapa banyak dari para remaja atau khususnya mahasiswa untuk memulai membangun bisnisnya.
Seperti halnya Rani Sugiarti mahasiswa pendidikan dokter 2011 yang terbukti memiliki segudang kesibukan namun tetap bisa memiliki kegiatan lain diluar kegiatan akademik. Rani memilih menjadi anggota ABA( Airlangga Bursa Aesculap) yang merupakan organisasi mahasiswa yang menyalurkan bakat bisnis mahasiswa kedokteran dibawah naungan BEM FK UA. Rani memilih ABA karena menurutnya melalui ABA bakat berbisnisnya dapat tersalurkan. Menurutnya menjadi seorang dokter yang merupakan cita-citanya juga membutuhkan kemampuan dalam berbisnis yang tidak melupakan nilai-nilai sosial. Sebagai mahasiswa memiliki kesibukan bukanlah alas an untuk tidak aktif dalam bidang lain selain bidang akademis. Pada kenyataannya mahasiswa kedokteran masih mempunyai banyak waktu luang apalagi untuk berbisnis.“Anak kedokteran yang punya bisnis itu menurut aku keren banget, karena bisa belajar mandiri dan berusaha untuk mencukupi kebutuhannya meskipun kadang hasilnya nggakgede-gede amat sih” candanya.
Jika menurut Rantie Andari, berbisnis sangat sah-sah saja untuk dilakukan siapa saja  tidak menjadikan kesibukan atau hal yang lain sebagai alasan karena memiliki bisnis sangat bermanfaat.Contohnya dapat melatih kita untuk mengenal dunia kerja nantinya.Yang terpenting dalam berbisnis pada mahasiswa adalah untuk pintar mengatur waktu.Mahasiswa harus pintar memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.Mereka harus dapat membuat prioritas dalam kegiatannya, karena hal tersebut yang pastinya banyak membantu dalam berbisnis.Menurut Rantie mahasiswa kedokteran yang juga memiliki bisnis disamping kegiatan utamanya yaitu kegiatan akademis adalah hal yang luar biasa, karena ia dapat fokus dalam dua hal yang beriringan, dan pastinya mahasiswa tersebut pandai dalam memanajemen waktu serta dapat memilih prioritas utamanya.
Intinya sebagai mahasiswa kedokteran bukanlah sebagai alasan kita untuk tidak aktif dalam kegiatan non akademik lainnya. Bisnis hanya sebagian contoh kecil dari aktifitas non akademik. Yang terpenting adalah kemauan kita untuk mencoba hal baru, serta dapat tetap bertanggung jawab dengan kewajiban kita sebagai mahasiswa. Kita harus pandai-pandai dalam memanajemen waktu jika kita ingin sukses dalam kegiatan non akademik. Tidak lupa juga kita untuk memilih tingkat prioritas mana yang harus didahulukan agar kita untuk tetap fokus pada tujuannya.

APA KATA MEREKA?



Setelah membaca artikel di atas tentang entrepreneurship dalam lingkungan FK UA, ada beberapa tanggapan dari beberapa pembaca.
Jiwa berbisnis yang dimiliki oleh mahasiswa kedokteran memang sangat baik & perlu dikembangkan, asal orang tersebut benar-benar bisa mengatur waktunya dengan baik. Selain itu bisnis kecil yang dimiliki mahasiswa dapat berkembang menjadi lebih besar di kemudian hari.”
Shahira, PD ‘12
“Passion is what you love the most, just like Rene Suhardono said. Do something different & gift its benefits to others but never forget your duties as a university student. If both can be balanced, it is such a great thing.”
Ayu Kartikasari Q, Battra ‘12
"Setuju dengan narasumber, karena semua kembali lagi ke pribadi manusia masingmasing. Jika memang dia bisa memanajemen waktu dengan baik, maka bisnisnya bisa lancar dan kuliahnya juga bisa lancar. Jika orang yang nggak bisa memanajemen waktu antara kuliah dan bisnisnya ya walaupun dia suka keduanya dia akan kewalahan mengatur jadwal"
Fira Soraya, PD ’12
 "Berita ini menurutku cukup bagus karena bidang bisnis/entrepreneurship sedang booming dalam kalangan pelajar dan mahasiswa saat ini. Selain itu, di televisi dan berbagai media massa juga banyak inspirasi menarik yang nggak cuma  menampilkan banyak usaha kreatif, tapi juga tips tips untuk memulai bisnis itu sendiri. Semoga info ini bisa bermanfaat buat temen temen semua."
Raditya Rizki Muhammad, PD '12

"Menurutku itu adalah artikel yang bagus karena dapat menunjukkan bahwa bisnis juga dapat dilakukan oleh mahasiswa kedokteran. Dan dari artikel tersebut dapat disimpulkan bahwa intinya apabila mahasiswa ingin berbisnis yang terpenting adalah bagaimana cara dia mengatur waktu yang seimbang antara belajar dan berbisnis"
Caesario Tri Prasetyo, PD '12

NGANGGUR TAPI UNTUNG???

           Perkembangan zaman di era Globalisasi saat  ini membuat para kaula muda khususnya di kalangan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga terpacu untuk mengasah softskill mereka di bidang kewirausahaan. Para calon tenaga medis Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga bukan saja berpaku pada buku dan alat-alat medis saja namun fenomena-fenomena yang sering kali terlihat saat ini adalah transaksi jual beli di kalangan mahasiswa.
Banyak hal yang mendukung perubahan pola pikir mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan tim redaksi berusaha untuk mengungkapnya. “Banyak hal baru yang bisa aku dapatkan dari bisnis ini, salah satu contohnya aku lebih mudah untuk berkomunikasi buat ngeyakinin orang lain supaya mau beli barang-barang yang aku jual.” kata Fatimah Nuril Alifah salah satu mahasiswa baru Pendidikan Bidan 2012. Fatimah atau yang biasa dipanggil Ifa mengaku bahwa dia berjualan untuk membantu penggalangan dana kegiatan XPLODE yang diadakan AMSA salah satu ormawa eksternal di FKUA. Ifa biasanya menjual jajanan kecil dan minuman setelah pelajaran selesai.
Senada dengan Ifa, Daniel Sura, mahasiswa Pendidikan Dokter 2012, juga berbisnis untuk mencari pengalaman baru. Walaupun masih mahasiswa baru, omzet yang didapat Daniel sudah cukup tinggi. Dari berjualan makanan kecil seperti risol mayo, martabak, dan pie buah, Daniel bisa memperoleh omzet lebih dari Rp 250.000,00 per hari. Daniel mengaku tidak memiliki strategi khusus untuk berjualan, “Yang penting jangan malu-malu.” kata Daniel.
Fenomena ini menggelitik tim redaksi untuk menelusuri lebih lanjut keseriusan mahasiswa khususnya mahasiswa baru FKUA 2012 dalam mendalami bidang wirausaha. Fenomena ini sudah berlangsung sekitar kurang lebih satu bulan dan semakin hari semakin banyak saja mahasiswa yang menawarkan dagangan mereka ke teman-teman mereka yang sekelas ataupun ke senior mereka bahkan tidak jarang tim menemui di satu kelas terdapat tiga sampai lima mahasiswa yang bersaing secara sehat untuk menawarkan dagangannya.
Selain mahasiswa yang baru saja belajar untuk berwirausaha, ternyata setelah diselidiki lebih lanjut ada diantara mahasiswa yang sudah lama terjun ke dunia wirausaha, salah satu contohnya adalah Ahmad Ridhoi. Ridho mengaku sudah tertarik dan memulai bisnisnya sejak dia duduk di bangku SMP. Berbeda dari dua narasumber di atas, Ridho menjual jersey dan sepatu olahraga. “Bisnis itu gak ganggu pelajaran kok, asal kita pinter memanage waktu aja misalnya pas nganggur kita pake’ buat bisnis jadi nganggurnya kita itu nganggur yang menguntungkan.” ujar Ridho.
Kewirausahaan adalah salah satu cara untuk mengembangkan dan mengasah softskill mahasiswa agar mahasiswa bukan hanya menjadi pelaku konsumtif saja tetapi mahasiswa juga mampu untuk produktif.

ABA SEMINAR: ENTREPRENEURSHIP



"Assalamualaikum adik-adik!", begitulah sambutan pembukaan yang diucapkan oleh Mas Mirza dan Mas Jun selaku Master of Ceremonies pada siang hari itu. Acara Seminar ABA yang diselenggarakan pada hari Senin tanggal 1 Oktober yang lalu ini diikuti oleh kurang lebih dua ratus mahasiswa baru. Sebenarnya, seminar ini dijadwalkan untuk dimulai tepat pada pukul tiga siang, namun banyak mahasiswa baru yang belum datang ke ruang kuliah anatomi saat itu dikarenakan beberapa alasan, salah satunya karena mereka baru saja melakukan pertemuan pertama dengan dosen pembimbing masing-masing untuk mata kuliah PBL. Akhirnya ketika jam menunjukkan sekitar pukul 3:15 WIB, seminar pun dimulai.
                Untuk menghangatkan suasana, para MC mengajak semua peserta untuk mengacak tempat duduk awal ketika peserta pertama masuk ruangan. Mereka meminta agar setiap satu laki-laki diikuti dengan tiga perempuan di sampingnya. Setelah permainan pemanasan tersebut, Mas Mirza pun memperkenalkan pembicara pertama yaitu Firas Farisi Al Khafi atau lebih dikenal dengan nama Mas Fisi, pemenang kegiatan berjualan ABA tahun 2011, untuk bercerita sedikit tentang pengalamannya berjualan pada saat itu. Hanya dengan menjual es yoghurt yang ia namakan "Es Kenyot" dan makanan ringan lainnya, ia berhasil mendapatkan untung empat kali lipat dari modalnya. Akhir kata, beliau memberi nasihat untuk tidak rakus dalam memberi harga, namun buatlah suatu inovasi yang akan membuat penjualan meningkat.
                Lalu acara dilanjutkan dengan sesi kedua yang merupakan main event dari Seminar ABA ini. ABA menghadirkan seorang pembicara yang sangat spesial yaitu Mas Hafid Algristian. Beliau adalah alumni FK Universitas Airlangga angkatan 2004 yang perjalanan awal bisnisnya sangatlah unik. Krupuk Lombok yang sekarang dijual di kantin perpustakaan adalah hasil penemuannya. Dari sebuah ide yang kecil namun inovatif, akhirnya menjadi sebuah awal bagi Mas Hafid untuk meniti kariernya di dunia bisnis. Presentasinya dimulai dengan beliau menunjukkan sebuah iklan parfum yang dibintangi oleh artis Korea yang sangat terkenal, SNSD. Seketika itu juga, para peserta langsung ramai berkomentar sendiri-sendiri. Inilah salah satu strategi marketing yang efektif karena dapat menarik perhatian konsumen. Selain endorser, strategi lainnya yang sangat efektif adalah "buzz marketing". Ketika seseorang merekomendasikan suatu produk, pendengar akan merekomendasikannya lagi kepada orang lain, dan begitu seterusnya. Terlihat sebagian besar dari peserta mengangguk-angguk setuju. Presentasi lalu dilanjutkan dengan materi tentang cara menjual dan cara membuat suatu ciri khas unik yang hanya dimiliki produk kita.
                Ketika sekitar pukul lima kurang lima belas menit, para MC mengumumkan waktu istirahat sampai jam lima sore sambil membagikan konsumsi, yaitu sebuah roti dan pastel goreng, serta segelas air putih. Tampak beberapa orang menguap karena bosan dan lelah, ada pula yang berbicang dengan temannya. Setelah jam menunjukkan pukul 5:10 WIB, sesi ketiga pun dimulai. Dalam sesi ini para peserta dipersilakan untuk bertanya kepada Mas Hafid. Pertanyaan yang paling ingin diketahui jawabannya adalah tentang cara membagi waktu antara bisnis dengan kuliah. Beliau mengatakan bahwa intinya adalah menentukan prioritas sehingga kita dapat lebih fokus dan membagi pikiran kita. Selain itu, tips lain yang diberikan adalah tentang memiliki keyakinan yang kuat bahwa kita akan sukses, maka hal itu akan benar-benar terjadi. Akhirnya, rangkaian acara ditutup dengan doa dan sebuah kalimat, " Overcome your stress, then see how lucky are you".