Dewasa ini banyak sekali orang –orang yang memulai
membangun bisnis pada usia yang muda. Ada beberapa faktor yang memicu para
entrepreneur muda ini untuk membangun bisnis, contohnya berawal dari ide yang
ingin direalisasikan, atau sekedar mengem-bangkan hobi. Hal ini tidak
terlewatkan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran yang terkenl super sibuk karena
materi kuliahnya.
Banyak mahasiswa Fakultas
Kedokteran yang juga mengembangkan hobinya melalui berbisnis, diawali dengan
coba-coba mereka akhirnya ketagihan dengan dunia bisnis, terlebih banyak dari
mereka yang tertantang untuk mengembangkan bisnisnya.
Tetapi pada dasarnya berbisnis
juga didasari oleh kemauan yang tinggi, karena menggeluti dunia bisnis tidak
bisa dilakukan dengan setengah hati atau hanya coba-coba. Menjadi mahasiswa
kedokteran yang sibuk bukanlah jadi alasan atau bahkan penghalang untuk
bergelut di dunia bisnis, seperti menurut Kafin Rifqi mahasiswa Fakultas
Kedokteran yang juga telah memulai bisnis di usia muda. Apabila seorang
mahasiswa kedokteran dapat meyeimbangkan antara keinginannya berbisnis dan
kewajibannya sebagai mahasiwa adalah nilai plus tersendiri, tambahnya. Intinya
menurut Kafin berbisnis itu relative
Sama seperti Rosalia Adriani
Malika yang merupakan mahasiswa kedokteran, ia juga beranggapan sama seperti
Kafin. Ocha, begitu sapaannya, berpendapat bahwa jika mahasiswa tersebut
memiliki bisnis yang sesuai hobinya, maka berbisnis dapat dijadikan sebagai
sarana refreshing.Jika seseorang melakukan bisnis yang sesuai dengan
hobinya, maka ia akan melakukan bisnis tersebut dengan senang hati meskipun
sibuk. Sibuk tidak akan menjadikan bisnis tersebut untuk menjadi beban bagi
mahasiswa tersebut. Apalagi berbisnis merupakan hal positif yang tidak ada
salahnya untuk dilakukan.
Umaimah Rosyida yang juga
mahasiswa kedokteran berpendapat bahwa mahasiswa zaman sekarang telah memiliki
mindset yang berbeda. Mindset mahasiswa kedokteran zaman sekarang telah
berkembang dan cukup inovatif, jika mahasiswa tersebut cukup kreatif dan
inovatif maka ide untuk berbisnis akan muncul bagaimanapun keadaannya. Jika dia
sungguh-sungguh menggeluti bidang tersebut, maka dia akan bisa menjadi dokter
sekaligus pengusaha yang sukses. Yang terpenting adalah untuk pintar-pintar
membagi waktu antara kegiatan akademis dengan kegiatan non akademis agar tetap
terjaga seimbang satu sama lain.
Bisnis juga sering muncul
karena terdesak oleh beberapa faktor. Seperti contohnya keadaan ekonomi atau bisa juga menimbulkan sifat kemandirian
kita untuk bertanggung jawab atas diri kita sendiri. Siapa sih yang tidak ingin
memiliki penghasilan sendiri?Pasti banyak dari para remaja menginginkan hal
ini. Tidak ingin membebani kedua orang tua karena kebutuhan para remaja yang
semakin banyak, merupakan alas an utama mengapa banyak dari para remaja atau
khususnya mahasiswa untuk memulai membangun bisnisnya.
Seperti halnya Rani Sugiarti
mahasiswa pendidikan dokter 2011 yang terbukti memiliki segudang kesibukan
namun tetap bisa memiliki kegiatan lain diluar kegiatan akademik. Rani memilih
menjadi anggota ABA( Airlangga Bursa Aesculap) yang merupakan organisasi
mahasiswa yang menyalurkan bakat bisnis mahasiswa kedokteran dibawah naungan
BEM FK UA. Rani memilih ABA karena menurutnya melalui ABA bakat berbisnisnya
dapat tersalurkan. Menurutnya menjadi seorang dokter yang merupakan
cita-citanya juga membutuhkan kemampuan dalam berbisnis yang tidak melupakan
nilai-nilai sosial. Sebagai mahasiswa memiliki kesibukan bukanlah alas an untuk
tidak aktif dalam bidang lain selain bidang akademis. Pada kenyataannya
mahasiswa kedokteran masih mempunyai banyak waktu luang apalagi untuk
berbisnis.“Anak kedokteran yang punya bisnis itu menurut aku keren banget,
karena bisa belajar mandiri dan berusaha untuk mencukupi kebutuhannya meskipun
kadang hasilnya nggakgede-gede amat sih” candanya.
Jika menurut Rantie Andari,
berbisnis sangat sah-sah saja untuk dilakukan siapa saja tidak menjadikan kesibukan atau hal yang lain
sebagai alasan karena memiliki bisnis sangat bermanfaat.Contohnya dapat melatih
kita untuk mengenal dunia kerja nantinya.Yang terpenting dalam berbisnis pada
mahasiswa adalah untuk pintar mengatur waktu.Mahasiswa harus pintar
memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.Mereka harus dapat membuat prioritas dalam
kegiatannya, karena hal tersebut yang pastinya banyak membantu dalam
berbisnis.Menurut Rantie mahasiswa kedokteran yang juga memiliki bisnis
disamping kegiatan utamanya yaitu kegiatan akademis adalah hal yang luar biasa,
karena ia dapat fokus dalam dua hal yang beriringan, dan pastinya mahasiswa
tersebut pandai dalam memanajemen waktu serta dapat memilih prioritas utamanya.
Intinya sebagai mahasiswa kedokteran bukanlah
sebagai alasan kita untuk tidak aktif dalam kegiatan non akademik lainnya.
Bisnis hanya sebagian contoh kecil dari aktifitas non akademik. Yang terpenting
adalah kemauan kita untuk mencoba hal baru, serta dapat tetap bertanggung jawab
dengan kewajiban kita sebagai mahasiswa. Kita harus pandai-pandai dalam
memanajemen waktu jika kita ingin sukses dalam kegiatan non akademik. Tidak
lupa juga kita untuk memilih tingkat prioritas mana yang harus didahulukan agar
kita untuk tetap fokus pada tujuannya.