Kamis, 11 Oktober 2012

ENTREPREFUNF



            Dewasa ini banyak sekali orang –orang yang memulai membangun bisnis pada usia yang muda. Ada beberapa faktor yang memicu para entrepreneur muda ini untuk membangun bisnis, contohnya berawal dari ide yang ingin direalisasikan, atau sekedar mengem-bangkan hobi. Hal ini tidak terlewatkan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran yang terkenl super sibuk karena materi kuliahnya.
Banyak mahasiswa Fakultas Kedokteran yang juga mengembangkan hobinya melalui berbisnis, diawali dengan coba-coba mereka akhirnya ketagihan dengan dunia bisnis, terlebih banyak dari mereka yang tertantang untuk mengembangkan bisnisnya.
Tetapi pada dasarnya berbisnis juga didasari oleh kemauan yang tinggi, karena menggeluti dunia bisnis tidak bisa dilakukan dengan setengah hati atau hanya coba-coba. Menjadi mahasiswa kedokteran yang sibuk bukanlah jadi alasan atau bahkan penghalang untuk bergelut di dunia bisnis, seperti menurut Kafin Rifqi mahasiswa Fakultas Kedokteran yang juga telah memulai bisnis di usia muda. Apabila seorang mahasiswa kedokteran dapat meyeimbangkan antara keinginannya berbisnis dan kewajibannya sebagai mahasiwa adalah nilai plus tersendiri, tambahnya. Intinya menurut Kafin berbisnis itu relative
Sama seperti Rosalia Adriani Malika yang merupakan mahasiswa kedokteran, ia juga beranggapan sama seperti Kafin. Ocha, begitu sapaannya, berpendapat bahwa jika mahasiswa tersebut memiliki bisnis yang sesuai hobinya, maka berbisnis dapat dijadikan sebagai sarana refreshing.Jika seseorang melakukan bisnis yang sesuai dengan hobinya, maka ia akan melakukan bisnis tersebut dengan senang hati meskipun sibuk. Sibuk tidak akan menjadikan bisnis tersebut untuk menjadi beban bagi mahasiswa tersebut. Apalagi berbisnis merupakan hal positif yang tidak ada salahnya untuk dilakukan.
Umaimah Rosyida yang juga mahasiswa kedokteran berpendapat bahwa mahasiswa zaman sekarang telah memiliki mindset yang berbeda. Mindset mahasiswa kedokteran zaman sekarang telah berkembang dan cukup inovatif, jika mahasiswa tersebut cukup kreatif dan inovatif maka ide untuk berbisnis akan muncul bagaimanapun keadaannya. Jika dia sungguh-sungguh menggeluti bidang tersebut, maka dia akan bisa menjadi dokter sekaligus pengusaha yang sukses. Yang terpenting adalah untuk pintar-pintar membagi waktu antara kegiatan akademis dengan kegiatan non akademis agar tetap terjaga seimbang satu sama lain.
Bisnis juga sering muncul karena terdesak oleh beberapa faktor. Seperti contohnya keadaan ekonomi  atau bisa juga menimbulkan sifat kemandirian kita untuk bertanggung jawab atas diri kita sendiri. Siapa sih yang tidak ingin memiliki penghasilan sendiri?Pasti banyak dari para remaja menginginkan hal ini. Tidak ingin membebani kedua orang tua karena kebutuhan para remaja yang semakin banyak, merupakan alas an utama mengapa banyak dari para remaja atau khususnya mahasiswa untuk memulai membangun bisnisnya.
Seperti halnya Rani Sugiarti mahasiswa pendidikan dokter 2011 yang terbukti memiliki segudang kesibukan namun tetap bisa memiliki kegiatan lain diluar kegiatan akademik. Rani memilih menjadi anggota ABA( Airlangga Bursa Aesculap) yang merupakan organisasi mahasiswa yang menyalurkan bakat bisnis mahasiswa kedokteran dibawah naungan BEM FK UA. Rani memilih ABA karena menurutnya melalui ABA bakat berbisnisnya dapat tersalurkan. Menurutnya menjadi seorang dokter yang merupakan cita-citanya juga membutuhkan kemampuan dalam berbisnis yang tidak melupakan nilai-nilai sosial. Sebagai mahasiswa memiliki kesibukan bukanlah alas an untuk tidak aktif dalam bidang lain selain bidang akademis. Pada kenyataannya mahasiswa kedokteran masih mempunyai banyak waktu luang apalagi untuk berbisnis.“Anak kedokteran yang punya bisnis itu menurut aku keren banget, karena bisa belajar mandiri dan berusaha untuk mencukupi kebutuhannya meskipun kadang hasilnya nggakgede-gede amat sih” candanya.
Jika menurut Rantie Andari, berbisnis sangat sah-sah saja untuk dilakukan siapa saja  tidak menjadikan kesibukan atau hal yang lain sebagai alasan karena memiliki bisnis sangat bermanfaat.Contohnya dapat melatih kita untuk mengenal dunia kerja nantinya.Yang terpenting dalam berbisnis pada mahasiswa adalah untuk pintar mengatur waktu.Mahasiswa harus pintar memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.Mereka harus dapat membuat prioritas dalam kegiatannya, karena hal tersebut yang pastinya banyak membantu dalam berbisnis.Menurut Rantie mahasiswa kedokteran yang juga memiliki bisnis disamping kegiatan utamanya yaitu kegiatan akademis adalah hal yang luar biasa, karena ia dapat fokus dalam dua hal yang beriringan, dan pastinya mahasiswa tersebut pandai dalam memanajemen waktu serta dapat memilih prioritas utamanya.
Intinya sebagai mahasiswa kedokteran bukanlah sebagai alasan kita untuk tidak aktif dalam kegiatan non akademik lainnya. Bisnis hanya sebagian contoh kecil dari aktifitas non akademik. Yang terpenting adalah kemauan kita untuk mencoba hal baru, serta dapat tetap bertanggung jawab dengan kewajiban kita sebagai mahasiswa. Kita harus pandai-pandai dalam memanajemen waktu jika kita ingin sukses dalam kegiatan non akademik. Tidak lupa juga kita untuk memilih tingkat prioritas mana yang harus didahulukan agar kita untuk tetap fokus pada tujuannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar